WEBINAR ARTIFICIAL INTELLIGENCE DAN REVOLUSI KESEHATAN TANTANGAN DAN PELUANG
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada era Revolusi Industri 4.0 telah menghadirkan berbagai inovasi dalam bidang kesehatan. Salah satu terobosan yang mendapat perhatian besar adalah Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Teknologi ini memiliki potensi yang sangat luas, mulai dari membantu tenaga kesehatan dalam proses diagnostik, mendukung pengambilan keputusan klinis, menganalisis data rekam medis, hingga meningkatkan efisiensi pelayanan kesehatan.
Di tingkat global, penerapan AI terbukti mampu mempercepat deteksi penyakit, mengoptimalkan perawatan pasien, serta meningkatkan akses pelayanan kesehatan. Namun, implementasi AI di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan pemahaman tenaga kesehatan, kesiapan infrastruktur, aspek etika, serta regulasi yang perlu dikembangkan. Oleh sebab itu, diperlukan upaya sistematis untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tersebut.
Sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen melahirkan tenaga kesehatan unggul, humanis, adaptif, dan berdaya saing, STIKES BINA BANGSA MAJENE memandang penting penyelenggaraan kegiatan ilmiah yang mendorong integrasi ilmu pengetahuan dengan teknologi mutakhir. Melalui Konferensi Nasional dengan tema “Artificial Intelligence dan Revolusi Kesehatan: Tantangan dan Peluang”, diharapkan kegiatan ini dapat menjadi:
- Sarana pertukaran pengetahuan dan pengalaman antar akademisi, praktisi, peneliti, dan mahasiswa.
- Wadah diskusi terkait peluang, tantangan, serta etika penerapan AI dalam dunia kesehatan.
- Media untuk merumuskan rekomendasi dan gagasan inovatif dalam mendukung transformasi digital pelayanan kesehatan di Indonesia.
Dengan demikian, penyelenggaraan kegiatan ini diharapkan tidak hanya memperkaya wawasan tenaga kesehatan, tetapi juga memperkuat kontribusi STIKES BINA BANGSA MAJENE dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan nasional yang berbasis teknologi, tanpa menghilangkan aspek humanisme dalam praktik keperawatan dan kesehatan.
