STIKES BINA BANGSA MAJENE Tetapkan Standar Grooming Profesional melalui Pelatihan bagi Mahasiswa
Jakarta, 14 Februari 2025 – Dalam upaya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme mahasiswa di bidang kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene menyelenggarakan pelatihan bertajuk "Professional Service: Grooming & Etiquette". Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi serta tenaga kependidikan STIKES BINA BANGSA MAJENE, dengan tujuan membekali mereka dengan keterampilan berpenampilan profesional dan etika pelayanan yang sesuai dengan standar industri kesehatan.
Pelatihan ini berlangsung di Function Lt.10 Tower 1 Rumah Sakit Mitra pada Jumat (14/2). Acara ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu dr. Nana Sarnadi, Sp.OG, MMRS, yang memberikan materi tentang Pendalaman Nilai-Nilai Bina Bangsa, serta Ni Putu Harys Setyawati, S.I.Kom, seorang Trainer Grooming Profesional dari Yayasan Hikmat Makassar, yang membawakan materi utama terkait grooming dan etika pelayanan.
Dalam sesi pertama, peserta diperkenalkan dengan sejarah dan nilai-nilai inti Yayasan Hikmat Makassar, seperti integritas, profesionalisme, kepedulian, dan inovasi. Sesi ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman bahwa nilai-nilai tersebut harus diinternalisasi dalam kehidupan profesional, khususnya dalam bidang kesehatan.
Sesi kedua berfokus pada pelatihan grooming dan etiket profesional. Peserta diberikan pemahaman mengenai standar dress code, tata rias dan penampilan yang sesuai dengan lingkungan kerja, serta etika dalam berinteraksi dengan pasien dan rekan kerja. Selain itu, aspek kebersihan diri dan perawatan tubuh juga menjadi bagian penting dalam materi yang disampaikan.
Salah satu indikator keberhasilan pelatihan ini adalah peningkatan pemahaman peserta yang signifikan. Hasil pre-test menunjukkan rata-rata nilai peserta sebesar 43/100, sementara post-test menunjukkan peningkatan dengan rata-rata nilai 68/100, atau naik sebesar 25%. Selain itu, evaluasi dari peserta menunjukkan kepuasan tinggi terhadap kualitas materi, pengajar, serta efektivitas pelatihan.
Ketua STIKES BINA BANGSA MAJENE, Erna Juliana Simatupang, S.ST., MKM, menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam menciptakan tenaga kesehatan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan sosial dan profesional yang memadai. "Kami berharap pelatihan seperti ini dapat dilakukan secara rutin agar mahasiswa terbiasa dengan standar grooming dan etiket profesional sejak dini, sehingga mereka siap menghadapi dunia kerja dengan percaya diri dan kompetensi yang tinggi," ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Ns. Wanto Sinaga, M.Kep., menegaskan bahwa hasil dari pelatihan ini akan menjadi bagian dari Standar Operasional Prosedur (SOP) di STIKES BINA BANGSA MAJENE. "Kami akan menjadikan standar grooming dan etika profesional yang diajarkan dalam pelatihan ini sebagai pedoman wajib bagi seluruh mahasiswa dan tenaga kependidikan di STIKES BINA BANGSA MAJENE. Implementasi ini akan diterapkan dalam berbagai aspek akademik dan kegiatan kampus untuk memastikan seluruh civitas akademika memiliki kualitas pelayanan yang profesional dan sesuai dengan standar industri kesehatan," jelasnya.
Dalam penutupan kegiatan, Ketua Yayasan STIKES BINA BANGSA MAJENE, Bpk. Jolie Sarpin, turut memberikan pesan-pesan inspiratif kepada peserta. Ia menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya menarik, tetapi juga membuka wacana baru serta membangun semangat bagi mahasiswa dalam memahami pentingnya grooming dan etika profesional di dunia kerja. "Pelatihan ini akan kami lakukan secara kontinu sebagai kegiatan rutin untuk mendukung pengembangan karakter mahasiswa STIKES BINA BANGSA MAJENE. Kami percaya bahwa karakter profesional yang kuat adalah landasan utama bagi tenaga kesehatan yang berkualitas," ungkapnya.
Dengan adanya pelatihan ini, STIKES BINA BANGSA MAJENE menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul dalam keterampilan teknis, tetapi juga memiliki kepribadian dan sikap profesional yang sesuai dengan tuntutan industri kesehatan global.
