STIKES BINA BANGSA MAJENE Jalani Visitasi untuk Program Studi Baru
JAKARTA, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene menjalani proses visitasi evaluasi lapangan untuk pembukaan Program Studi Sarjana Keperawatan dan Profesi Ners pada Senin-Selasa (24-25/6/2024). Kegiatan ini merupakan langkah krusial dalam upaya institusi memperluas program pendidikan kesehatan.
Sefryan Dari Sasongko, perwakilan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, menjelaskan bahwa evaluasi berfokus pada tiga aspek utama: kurikulum, sumber daya manusia (SDM), dan unit pengelola program studi (UPPS). "Jika tidak ada revisi, berkas akan langsung dikirimkan ke LAM-PTKes," ujar Sasongko.
Dukungan terhadap pembukaan program studi baru ini disampaikan oleh Deni Hidayat, perwakilan LLDIKTI 3. Senada dengan itu, Prof. Toni selaku Kepala LLDIKTI 3 berharap izin operasional dapat segera terbit untuk meningkatkan kualitas STIKES BINA BANGSA MAJENE.
Miciko Umeda, Ketua Tim Visitasi, memaparkan bahwa proses evaluasi meliputi verifikasi dokumen SIAGA, pemeriksaan status dosen home base, rasio dosen-mahasiswa, tenaga kependidikan, serta sarana dan prasarana. "Kami juga akan melakukan presentasi program studi, evaluasi SDM, dan observasi UPPS," tambah Umeda.
Navin Sonthalia, COO Yayasan Hikmat Makassar, menegaskan bahwa pembukaan program studi ini sejalan dengan ekspansi rumah sakit Bina Bangsa di berbagai daerah. "Kami membutuhkan tenaga perawat profesional yang memahami nilai-nilai Yayasan Hikmat Makassar," katanya.
Sementara itu, Jon Lie Sarpin, Ketua Yayasan Hikmat Makassar, menyatakan dukungan penuh dan berharap STIKES BINA BANGSA MAJENE segera memperoleh izin pendirian dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Keberhasilan pembukaan program studi ini diharapkan dapat berkontribusi signifikan dalam menghasilkan tenaga kesehatan berkualitas di Indonesia, sekaligus menjawab tantangan kebutuhan perawat profesional yang terus meningkat.
