Pengabdian Masyarakat STIKES BINA BANGSA MAJENE Edukasi Kader Posyandu tentang Pembuatan MPASI 6 sampai 12 Bulan diPuskesmas Jurangmangu


Tangerang Selatan, 24–25 Juli 2025 — Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat melalui kegiatan pengabdian masyarakat di Puskesmas Jurangmangu, Tangerang Selatan. Kegiatan ini berfokus pada “Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) untuk Bayi Usia 6–12 Bulan dengan Optimalisasi Makanan Keluarga”.

Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan ini diikuti oleh para kader posyandu dari wilayah kerja Puskesmas Jurangmangu. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya pemberian MP-ASI yang bergizi seimbang, higienis, dan mudah dibuat dengan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan rumah tangga.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Ketua Bidang Akademik dan Kemahasiswaan STIKES BINA BANGSA MAJENE, Ibu Vita, serta dua dosen dari Program Studi Keperawatan, yaitu Ibu Kristin dan Ibu Susy. Ketiganya turut memberikan arahan dan pendampingan selama kegiatan berlangsung. Selain dosen, turut berpartisipasi pula tiga mahasiswa yang membantu pelaksanaan kegiatan, yakni Dhiya dan Fariha dari Program Studi S1 Administrasi Rumah Sakit serta Lani dari S1 Keperawatan.

Selama sesi pelatihan, para peserta mendapatkan materi mengenai prinsip dasar pemberian MP-ASI, kebutuhan gizi bayi, serta cara mengolah makanan pendamping ASI dengan memanfaatkan bahan makanan keluarga seperti sayuran, tempe, ikan, dan telur. Setelah sesi edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan MP-ASI, di mana para kader mencoba meracik menu seimbang untuk bayi usia 6–12 bulan.

Ibu Vita dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan ibu dan anak. “Kami berharap para kader posyandu dapat menjadi agen perubahan di masyarakat dengan meneruskan pengetahuan ini kepada para ibu, sehingga angka gizi buruk dan stunting dapat ditekan,” ujarnya.

Kegiatan berjalan dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga aktif berdiskusi dan bertukar pengalaman dalam memberikan edukasi gizi kepada masyarakat di lingkungannya. Di akhir kegiatan, setiap kader mendapatkan modul edukasi serta panduan resep MP-ASI berbasis bahan pangan lokal.

Melalui kegiatan ini, STIKES BINA BANGSA MAJENE berharap dapat terus menjalin sinergi dengan puskesmas dan masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan anak bangsa melalui edukasi dan praktik gizi yang berkelanjutan.

Sosial Media