Mahasiswa STIKES BINA BANGSA MAJENE Gelar Seminar Kasus Asuhan Keperawatan: Menjembatani Teori dan Praktik di RS Marinir Cilandak
Cilandak, Jakarta - Pada hari Jumat, 21 Mei 2024, suasana Ruang Diklat Rumah Sakit Marinir Cilandak dipenuhi oleh semangat akademis dan profesional. Mahasiswa Diploma Tiga Keperawatan STIKES BINA BANGSA MAJENE yang sedang menjalani Praktik Klinik Keperawatan Medikal Bedah mengadakan Seminar Kasus Asuhan Keperawatan Medikal Bedah. Acara ini menjadi sorotan penting dalam kalender akademik dan profesional, mengingat fokusnya pada dua topik krusial dalam dunia kesehatan: Tuberkulosis Paru pada Sistem Respirasi dan HIV pada Sistem Imun.
Seminar yang berlangsung seharian penuh ini dihadiri oleh berbagai pihak penting dari kedua institusi. Dari pihak Rumah Sakit Marinir Cilandak, hadir perwakilan Diklat, Kepala Divisi Keperawatan, Kepala Ruangan, dan Para Preceptor Klinik. Sementara itu, dari STIKES BINA BANGSA MAJENE, acara ini dihadiri oleh Dosen Pembimbing serta Mahasiswa Semester Empat dan Enam yang tengah menjalani Praktik Keperawatan Medikal Bedah. Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang ini menciptakan atmosfer yang dinamis dan kaya akan pertukaran pengetahuan.
Dalam sambutannya, Kepala Diklat RS Marinir Cilandak menekankan signifikansi acara ini. "Seminar ini bukan sekadar formalitas akademik," ujarnya. "Ini adalah jembatan vital yang menghubungkan dunia pendidikan dengan realitas praktik di lapangan. Melalui pertukaran informasi ilmiah antara institusi pendidikan dan tenaga kesehatan rumah sakit, kita membuka peluang besar untuk peningkatan pengetahuan dan standar pelayanan kesehatan."
Lebih lanjut, Kepala Diklat menjelaskan bahwa seminar ini juga menjadi wadah untuk mengidentifikasi dan mendiskusikan ketidaksesuaian antara teori terbaru dan praktik di lapangan. "Temuan-temuan ini sangat berharga. Mereka menjadi bahan evaluasi dan perbaikan, baik bagi institusi pendidikan dalam menyusun kurikulum, maupun bagi rumah sakit dalam meningkatkan standar pelayanan," tambahnya.
Pak Wanto Sinaga, selaku Dosen Pembimbing mahasiswa, memberikan perspektif akademis terhadap penyelenggaraan seminar ini. "Kegiatan ini merupakan salah satu pilar penting dalam proses pembelajaran kami," jelasnya. "Selain sebagai sarana untuk menguji pemahaman teoritis mahasiswa, seminar ini juga melatih kemampuan komunikasi mereka, khususnya dalam menyampaikan informasi medis secara jelas dan terstruktur."
Beliau juga menekankan aspek pengembangan soft skill mahasiswa melalui seminar ini. "Kami tidak hanya fokus pada aspek kognitif. Melalui seminar ini, mahasiswa juga belajar untuk bersikap proaktif, membangun jaringan profesional, dan memahami dinamika dunia kerja nyata di bidang kesehatan," tambah Pak Wanto.
Mengenai keberlanjutan kerjasama antara STIKES BINA BANGSA MAJENE dan Rumah Sakit Marinir Cilandak, Pak Wanto Sinaga menyatakan optimismenya. "Kerjasama ini telah membuktikan manfaatnya bagi kedua belah pihak. Ke depannya, kami berharap dapat memperluas cakupan kerjasama, mungkin dalam bentuk penelitian bersama atau program pengabdian masyarakat," ujarnya.
Selama seminar berlangsung, para mahasiswa mempresentasikan studi kasus mereka dengan penuh percaya diri. Diskusi yang muncul setelah setiap presentasi menunjukkan tingginya minat dan keterlibatan semua pihak. Para preceptor klinik dan dosen pembimbing aktif memberikan masukan dan perspektif praktis, sementara mahasiswa tidak ragu untuk mengajukan pertanyaan kritis.
Salah satu highlight seminar adalah sesi diskusi panel yang membahas tren terbaru dalam penanganan Tuberkulosis Paru dan HIV. Sesi ini tidak hanya membuka wawasan peserta tentang perkembangan terkini dalam dunia medis, tetapi juga mendorong refleksi kritis tentang praktik kesehatan di Indonesia.
Di akhir acara, baik pihak rumah sakit maupun institusi pendidikan sepakat bahwa seminar ini telah mencapai tujuannya. Selain sebagai sarana evaluasi dan peningkatan kualitas pendidikan serta pelayanan kesehatan, acara ini juga berhasil memperkuat ikatan profesional antara STIKES BINA BANGSA MAJENE dan Rumah Sakit Marinir Cilandak.
Seminar Kasus Asuhan Keperawatan Medikal Bedah ini diharapkan menjadi tradisi tahunan yang terus berkembang, memberikan manfaat tidak hanya bagi mahasiswa dan institusi yang terlibat, tetapi juga bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia secara keseluruhan.
